
Upacara adat Merti Umbul Bebeng merupakan wujud nyata kearifan lokal yang sarat akan nilai syukur dan pelestarian budaya. Bertempat di kawasan wisata Bukit Klangon, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan masyarakat terhadap alam semesta. Tradisi ini menjadi sarana bagi warga untuk memanjatkan doa serta mengungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia sumber mata air yang menjadi penopang utama kehidupan sehari-hari bagi warga di lima wilayah.

Semangat kebersamaan dalam kegiatan ini begitu terasa melalui kolaborasi lintas wilayah. Tradisi Merti Umbul Bebeng didukung oleh masyarakat dan lembaga dari Kalurahan Glagaharjo, Kalurahan Kepuharjo, Desa Balerante, Desa Panggang, serta Desa Sidorejo. Melalui wadah “Guyub Bebeng”, kelima desa ini bersatu, meninggalkan batasan status sosial, dan memupuk rasa kekeluargaan yang kuat. Inisiatif ini juga menjadi langkah strategis bagi warga untuk memastikan bahwa warisan nenek moyang tidak tergerus oleh perkembangan zaman dan tetap dicintai oleh generasi muda.

Rangkaian kegiatan Merti Umbul Bebeng 2026 yang berlangsung pada 15–16 Juni 2026 diawali dengan prosesi sakral pengambilan air oleh juru kunci di sumber mata air Bebeng. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan acara kenduri dan tirakatan yang dihadiri oleh pengurus Guyub Bebeng, panitia, serta perwakilan pamong dari kelima desa. Suasana khidmat menyelimuti prosesi ini, menegaskan kembali komitmen masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya air yang mereka gunakan bersama.

Puncak perayaan berlangsung dengan penuh antusiasme masyarakat melalui kirab gunungan yang bertempat di Wisata Bukit Klangon. Kirab ini menjadi simbol kegotongroyongan warga dalam merayakan keberhasilan dan keberkahan. Tidak hanya sekadar ritual, rangkaian acara ditutup dengan pengajian akbar di Wisata Teras Merapi yang dihadiri oleh warga dari lima kalurahan tersebut. Kehadiran sekitar 500 partisipan serta partisipasi dari 20 pelaku UMKM lokal semakin membuktikan bahwa Merti Umbul Bebeng merupakan momentum penting, tidak hanya untuk pelestarian budaya tetapi juga bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.